• 7

    Apr

    Soto Bandung - Warisan Jaman Baheula

    Beruntung sekali kunjungan ke Bandung minggu lalu ditemani kawan asli Bandung dan juga tahu banyak tempat-tempat makan khas Bandung. Ketika seorang kawan, Herly Setiawan mengatakan akan ke jalan Cibadak untuk membeli salah satu perlengkapan pesta, benak saya langsung kembali ke 20 tahun lalu. Satu tempat makan enak yang tidak pernah saya lupakan. Saya utarakan bahwa saya pernah makan Soto Bandung yang enak, seketika pula ia menyebut nama rumah makan Soto Bandung “OJOLALI “. Kamipun memutuskan berangkat ke Cibadak berdua sekaligus singgah di Soto Ojolali mengisi perut yang memang sudah cukup lapar. Untuk mencapai lokasi Soto Bandung “Ojolali” di Jalan Cibadak harus tahu alur lalu lintas di Bandung. Beberapa jalan di Bandung diberlakukan satu alur. GPS hanya membant
  • 13

    Feb

    Kue Kartika Sari : dari Hobby Menjadi Ikon Kuliner Bandung

    Membicarakan kota Bandung memang tiada habisnya. Sejak jaman kolonial Belanda hingga kini kota bandung selalu menjadi topik menarik terutama buat mereka yang senang berwisata . Dulu, kaum Kolonial Belanda menyenangi tinggal atau berwisata ke Bandung karena suasana yang asri didukung udara sejuk pegunungan 700 meter di atas permukaan laut. Walau Bandung tidak sesejuk dulu pada masa sebelum kemerdekaan, tapi tetap memancarkan pesona tidak saja alamnya, tetapi juga kulinernya yang kreatif tidak cukup untuk diekplorasi dalam sehari. Kue Kartika Sari, begitu orang bilang merujuk dari nama toko tersebut yaitu ” Kartika Sari “. Diawali dari hobby rumahan seperti umumnya ibu rumah tangga yang ingin memanjakan keluarga kemudian dengan kepercayaan diri mulai merintis usaha kecil-kecila
  • 19

    Nov

    Angklung is Indonesia

    Perhelatan pembukaan Pameran Purwa Rupa Angklung Indonesia nyaris berantakan semalam, 18 November 2010. Beruntung hujan lebat di kawasan Pal Merah Selatan reda selepas Magrib. Panitia akhirnya bekerja keras mengeringkan open air stage di Bentara Budaya Jakarta agar panggung tidak licin saat gelaran dimulai. Acara dibuka hanya molor sekitar 15 menit dari yang dijadwalkan jam 19:00 sangat dimaklumi. Ratusan tamu undangan termasuk dari berbagai negara sahabat seperti Jepang dan Jerman turut hadir, ditambah lagi berbagai kalangan profesi mulai dari budayawan, pejabat pemerintah, pers, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. ” Kebahagiaan tak terkira untuk bangsa Indonesia ” begitu ujar kang Opik sapaan akrab salah satu putra almarhum Udjo Ngalagena dalam pitadonya. Dimana sekarang
  • 7

    Oct

    Lontong Kari Kebon Karet - Bandung

    Awalnya sepulang dari kunjungan silaturahim Idul Fitri sebelum pulang ingin membeli kuePpisang Bollen Kartika Sari. Untung ada rute jalan kaki yang lebih praktis menuju cabang toko itu di Jalan Kebon Jukut setelah berlelah-lelah menyusuri Pasar Baru mengikuti istri yang ingin berbelanja. Memang ada pilihan rute naik angkot, tapi jarak yang hanya kurang dari 500 meter dengan jalan kaki. Jika menggunakan angkot menjadi lebih dari satu kilometer karena jalannya harus memutar melewati kolong jembatan kereta api yang orang Bandung menyebutnya “Viadeuk”. Maklum kota Bandung terkenal dengan jalan satu arah yang banyak membingungkan pengendara dari luar kota. Belum lagi pada suasana libur lalulintas lumayan ramai dengan orang-orang yang sedang berlibur. Lotong Kari Kebon Karet ( priv
  • 25

    Sep

    200 Tahun Kota Bandung

    Foto : Koleksi Pribadi Bandung, dalam sejarah perkembangan kotanya sangat kental dengan campur tangan dan kebijakan kolonial Belanda pada masa silam. Dari dataran tinggi Parahyangan inilah cekungan Bandung yang sunyi menjadi inspirasi untuk seorang Gubernur Jendral Herman Willem Daendels pada masa jabatan singkatnya ( 1808 - 1811 ) turut serta dalam melahirkan sebuah kota yang modern seperti sekarang ini. Bupati saat itu 1810 Raden Wiranatakusumah II masih menjadikan Parakan Muncang di Bandung Selatan sebagai pusat pemerintahan. Kedatangan Gubernur Jendral Daendels ke Bandung dalam rangka menyelesaikan projek besar Groot Posweg dari Anyer sampai Panarukan, maka mengajak Bupati saat itu untuk memindahkan pusat Kota Bandung ke arah Utara mengikuti jalur proyek jalan raya yang dikembang
- Next

Author

Follow Me