Kampung Tugu - dari Musik Keroncong sampai Kue Pisang Udang

23 Nov 2014

19a7fbeb8c3e4d210ad89918d18c144d_img_8637-resizedApa yang terbersit jika kita mendengar kata ” Kampung Tugu ? “. Pasti benak kita akan menjawab Perkampungan orang Portugis, musik Keroncong , atau Gereja Tugu yang satu-satunya pusat peribadadan kaum Protestan massyarakat keturunan Portugis yang kini sudah menyebar di beberapa tempat sekitar gereja.

Komunitas orang-orang Portugis menempati kawasan Tugu dimulai sejak tahun 1661. Mereka adalah para tawanan perang masa Penjajahan Belanda yang ditangkap dari Malaka. Pada saat itu, kawasan Tugu adalah hutan dan rawa-rawa jauh dari keramaian pusat kota Batavia. Karena alasan masih tahanan perang dari rumpun bangsa Eropa dan beragama sama yang dulunya Katolik kemudian dipaksa menganut Protestan oleh Belanda, maka Kolonial Belanda tidak ingin membinasakan tawanan perang tersebut. Belanda mengasingkan jauh dari pinggiran Batavia, daerah yang berawa-rawa dan menjadi sarang penyakit Malaria, ada kesan Kolonial Belanda tidak hanya ingin mengasingkan, tetapi juga ingin membunuh secara pelan-pelan di daerah ini. Mereka semua awalnya dari sekitar 22 kepala keluarga yang terdiri dari sekitar 150 orang akhirnya menjadi cikal-bakal komunitas keturunan Portugis yang hidup rukun dan berkembang hingga kini.

4537dc8f9e1f1932ed7aae4e97f7c139_img_8625-resized

Hidup di pelosok jauh dari pusat keramaian, akhirnya mereka bermain musik yang biasanya di sore hari. Tujuannya adalah hanya mengusir kesepian agar mereka merasa betah tinggal di tempat yang baru. Semua alat musiknya berasal dari Eropa namun memainkan musik dengan caranya sendiri. Kebiasaan bermain musik ini menjadi sebuah tradisi secara turun-temurun. Akhirnya terciptalah musik yang kita kenal dengan nama Keroncong Tugu hingga kini.
.
.
.
.
.
KERONCONG TUGU
d851f98a8651c8b31a7ceca5a945b3ff_img_8633-resizedAdalah Guido Quiko, salah satu tokoh pemuda Komunitas Portugis Kampung Tugu yang hingga kini berusaha melestarikan musik Keroncong CofrinhoTugu. Selain itu, masih ada kelompok-kelompok lain dari komunitas ini juga turut melestarikan dan mengembangkan musik warisan leluhur mereka seperti Andre J. Michiels yang merupakan generasi ke 3 dari keluarga Michiels. Guido Quiko sendiri sendiri adalah pewaris generasi ke 4 yang konsisten melestariakn musik Keroncong Tugu. Leluhurnya, keluarga Quiko mendirikan group musik ini pada tahun 1925.
.

Kue Khas Kampung Tugu

Kue Khas Kampung Tugu \

.
KUE PISANG UDANG
Beruntung sekali, saat kunjungan kami pertengahan November ini ke rumah Guido Quiko di gang Bhineka I ( jalan Buntu ) kami juga disambut dengan ramah oleh kak Ena, atau nama lengkapnya Euginiana Quiko kakak perempuan Guido Quiko. Obrolan hangat kami yang penuh dengan canda mengenai banyak cerita tenang Kampung Tugu tak luput dari penasaran kami tentang menanyakan makanan khas komunitas Portugis di Kampung Tugu. Kebetulan sekali, kan Ena yang sedang memasak kue Pisang Udang membuat kami penasaran. Baru sekali kami mendengar nama kue ini. Bahkan kue yang masih hangatpun disajikan sebagai teman ngobrol. Ternyata Kue Pisang Udang adalah kue sejenis kue Nagasari. Terbuat dari bahan utama Tepung Beras dibungkus daun pisang kemudian di kukus. Uniknya, didalam kue itu ada sidikit olahan udang yang dihaluskan bersama pemanis sejenis Gula Merah. Kue Pisang Udang dibungkus berbentuk segi tiga. Mirip kue Nagasari yang isinya pisang, tetapi kue Pisang Udang isinya berbeda karena didalamnya ada udang yang menimbulkan rasa gurih.

Arah menuju Kampung Tugu : dari Jl. By Pass Ahmad Yani. Dari arah Tanjung Priuk belok kiri ke Jalan Plumpang Raya. Sekitar 4 KM akan mendapati simpang 5. dari situ ikuti petunjuk Kampung Tugu. Jalannya sedikit lurus.
Tempat lain sekitar kampung Tugu yang direkomendasikan : Islamic Center - Kramat Jaya. Dulu adalah sebuah kawasan lkalisasi prostitusi yang di Kenal Kramat Tunggak. Setelah ditutup kini dijadikan Islamic Center oleh pemerintah DKI Jakarta.
Pasar Ular. Lokasinya persis ketika belok dari Jl. By Pass A Yani menuju Jalan Raya Plumpang. Pasar Ular kini tidak seseram kata orang yang katanya banyak preman. Sekarang Pasar Ular sudah ditata cukup nyaman dan pedagangnya cukup ramah. Bahkan menawarkan barang dagangannyapun tidak terlalu tinggi berlipat-lipat dari harga normal.


TAGS Kampung Tugu Keroncong Guido Quiko Pisang Udang


-

Author

Follow Me