Belitung : Pesona Wisata Manggar ( bagian 1 )

28 Apr 2011

Ini kedua kalinya saya mengunjungi pulau penuh pesona bernama Belitung. Penerbangan dengan Sriwijaya Air mendarat dengan mulus dan tepat waktu tadi pagi mengawali kunjungan saya dan 14 peserta lainnya penuh dengan keceriaan. Tiba di bandara Hananjuddin Tanjungpandan kami sudah disambut kawan lama Agus dengan senyum khasnya.

“Selamat datang di pulau cinta Belitung Oom ” sapanya. Khas sekali senyum Agus
hanya untuk mengingatkan kunjungan saya pertama ke Belitung dua tahun lalu.
Kunjungan pertama yang sangat mengesankan karena meninggalkan banyak cerita
suka-cita. Agus pun memperkenalkan pemandu wisata untuk kami sodara Rofik yang ramah menyambut kami semua.

Dari bandara kami diajak menikmati makan siang di restauran Sari Laut. Ikan
bakar, Kepiting goreng mentega, Cumi goreng tepung disantap dengan lahapnya.
Bahkan capit Kepiting yang mengundang selera menjadi serbuan seluruh peserta wisata. Rasa olahan ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat memang terasa lebih nikmat bila dibanding restauran sea food yang banyak terdapat di Jakarta. ” Setiap restauran di Belitung selalu menyajikan olahan berbahan ikan segar sehingga rasanya selalu lebih nikmat. qualitasnya ” begitu kata Rofiq yang menjadi pemandu wisata.

Dalam keadaan perut kenyang, kunjungan pertama kami adalah menuju sebuah
vihara Budhayana yang terdapat di desa Burung Mandi. Hanya saja masyarakat setempat lebih mengenal Vihara Dewi Kwan Im. Meskipun letaknya di
Manggar, Belitung timur yang harus kami tempuh satu setengah jam, rasanya sudah cukup terbayarkan. Vihara Budhayana dengan arsitektur China berwarna merah ini begitu anggun dan cantik dibangun di lereng bukit menghadap pantai di pesisir selat Karimata. Selain asyik berfoto ria, kegiatan yang tak kalah menariknya adalah meramal nasib di vihara ini. Kami hanya disarankan memberikan sumbangan uang seiklasnya untuk jasa ramalan tersebut. Di sisi vihara disediakan kotak donasi bagi para pengunjung yang ingin diramal. Diantara rekan seperjalanan ada yang meramal rezeki,kesehatan, peruntungan, keturunan bergantian antri dengan sabarnya menanti. Bahkan yang paling seru adalah teman-teman kami yang lajang saling bergiliran meramal perjodohan.

Vihara Budhayana di desa Burung Mandi ( private collection )

Vihara Budhayana di desa Burung Mandi ( private collection )

Tak jauh dari vihari, hanya lima menit dari vihara terdapat pantai Burung
Mandi yang tenang, air yang jernih kemilau dan berpasir putih.
Puas menikmati pantai sambil berfoto narsis, kini saat menuju pusat kota Manggar
ibukota Belitung Timur yang terkenal dengan Kota Seribu Kedai Kopi. Di sini
hampir setiap ruas jalan terdapat beberapa kadai Kopi. Bahkan kedai ini
sudah lajim berderet bersampingan. Uniknya setiap kedai selalu ada
pengunjungnya. Dan pengunjung setianya adalah penduduk setempat yang
rata-rata penduduknya penambang Timah dan Nelayan. Di kedai Kopi inilah
sosialisasi masyarakat Belitung khususnya kaum laki-lakinya bersosialisasi.
Kebiasaan minum kopi dijadikan ajang sosialisasi dan informasi bisnis
diantara para penambang dan nelayan.

Danau Bandung dengan restauran terapung memanjakan wisatawan menikmati panorama yang indah sambil makan minum ( private collection )

Danau Bandung dengan restauran terapung memanjakan wisatawan menikmati panorama yang indah sambil makan minum ( private collection )

Selain kehidupan kota yang penduduk mayoritasnya adalah penambang dan nelayan, kini kota Manggar mulai dikenal sebagai kota wisata karena di sana terdapat beberapa tempat pembuatan film Laskar Pelangi. Ada juga danau Bandung bekas galian penambangan Timah yang terletak dipinggir kota Manggar yang disulap menjadi tempat berekreasi. Beberapa restauran dan jasa penyewaan jet sky untuk berolah raga air sudah siap menyambut dengan pelayanan yang ramah. Panorama danau yang sejuk dan jernih dapat memanjakan mata setiap wisatawan disana sambil menengguk nikmatnya Kopi olahan khas Belitung. ( bersambung )


TAGS manggar burung mandi danau bandung kedai kopi vihara budhayana belitung timur


-

Author

Follow Me