Tujuh Titik Utama Menuju Ujung Kulon

Kawasan Ujung Kulon yang dikukuhkan sebagai Taman Nasional sejak 1980 sebenarnya sudah dikenal banyak peneliti dari Belanda dan Inggris sejak 1820an karena keanekaragaman flora dan faunanya. Meskipun satwa langka Badak Jawa atau Badak Bercula Satu ( Rhinoceros Sundaicus ) sudah sulit ditemukan karena jumlahnya disinyalir kurang dari 50 ekor, tetapi Taman Nasional ini tetap menjadi daftar Taman Nasional yang harus dikunjungi bagi pecinta wisata alam. Tidak saja wisatawan dalam negeri, tetapi juga wisatawan mancanegara sangat antusias untuk melihat keindahan Ujung Kulon.

Sumber : Dephut

Sumber : Dephut


Luas wilayah Taman Nasional Ujung Kulon adalah 122.956 hektar dan sekitar 30 % diantaranya adalah perairan laut. Satwa dan flora yang mendominasi daratan, bukit dan rawa-rawa menawarkan ekplorasi yang tiada habis-habisnya. Belum lagi keindahan alam seperti air terjun, pantai dan sungai yang masih terjaga keasriannya membuat setiap wisatawan selalu ingin kembali kesana. Tetapi bagi yang memiliki waktu pendek , Anda dapat mengunjungi tempat-tempat yag paling banyak diminati wisatawan seperti Taman Jaya, Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang.

Berikut ini ada beberapa rute pancapaian untuk dapat mencapai Taman Nasional Ujung Kulon :
Read the rest of this entry »

Durian Kampung Baduy

Awal Januari 2012, saya baru saya memimpin satu rombongan kecil 10 orang dari salah satu universitas swasta di Jakarta dalam rangka penelitian ilmiah ke Kampung Baduy. meskipun perjalanan dalam suasana musim hujan, wisata kali ini juga tetap menyenangkan meskipun harus trekking di jalan setapak yang licin dan naik turun bukit. betapa tidak, setibanya di kampung Cibeo Baduy Dalam, semua peserta disambut musim Durian. Legit, segar, dan semua buah Durian matang alami di pohon. harga ? jangan di tanya. Murah, rah, rah. Buat orang Kampung Cibeo Baduy Dalam, dijual dengan harga sama ke Bandar tetep jauh lebih menguntungkan karena dia sudah dapat keuntungan tidak harus memikul 2 jam perjalanan melalui jalan naik turun dan licin dimana para bandar hanya mau membeli setelah ke tempat yang dapat diakses kendaraan.

Warga Baduy Dalam

Warga Baduy Dalam


Musim Durian konon hanya berumur sekitar 20 hari sejak panen pertama sampai panen terakhir. Bersabarlah menunggu musim Durian panen selang. Panen selang adalah panen diantara panen raya. Pohon durian tetap berbuah meskipun tidak sebanyak pada saat panen raya yang hanya terjadi dalam satu kali dalam setahun. Artinya dalam setahun, pohon durian secara alamiah dapat mengalami 2 kali panen. Yaitu Panen Raya dan Panen Selang.

Jenis Durian yang ada di Kampung Baduy adalah jenis lokal. Sama sekali tidak kita jumpai varitas hibrid atau bibit hasil silangan. Sebuah tradisi bahwa pohon Durian di Kampung Baduy tumbuh secara alamiah tanda sengaja di tanam apalagi mendatangkan bibit dari luar. Dan mereka tidak akan pernah menebang sampai pohon itu dengan sendirinya mati. Tidak heran apabila dapat kita jumpai pohon durian yang sudah berumur ratusan tahun dengan ukuran besar dan lingkaran batang kayunya sebesar rangkulan 2 tangan orang dewasa. Jadi teringat hutan dan perkampungan di pulau Sumatra yang banyak kita jumpai pohon Durian dalam ukuran besar dan tinggi menjulang.

Saat ini di Kampung Baduy beberapa pohon durian sudah ada yang berbungan dan berbuah dalam ukuran sekepalan tangan. Artinya akan dimungkinkan panen selang terjadi pada bulan April - Mei tahun ini. Jadi gak sabar menunggu bulan April ke Baduy lagi menikmati buah Durian murah yang matang dipohon.

Baru bisa berfoto setelah keluar Baduy Dalam

Baru bisa berfoto setelah keluar Baduy Dalam


Saya ” SUKA BUAH ASLI INDONESIA ”

Tempat-tempat Menarik di Desa Sawarna - Banten

Provinsi Banten ternyata tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai Carita dan Anyer serta Taman Nasional Ujungkulon sebagai tempat rekreasi baik bagi wisatawan Nusantara maupun Mancanegara.

Panorama Sawarna dari bukit Cariang

Panorama Sawarna dari bukit Cariang


Di pesisir Selatan Banten bagian dari Kecamatan Bayah - Kabupaten Lebak, terdapat satu tempat yang dapat dikatakan eksotik karena menawarkan beragam keindahan wisata pantai. Persisnya di Desa Sawarna. Desa ini sudah dicanangkan sebagai Desa Wisata oleh pemerintah Provinsi karena disadari banyaknya daya tarik wisata yang berdekatan. Selain menawarkan keindahan pantai-pantai yang indah, tidak kalah penting adalah keramahan penduduk setempat menerima wisatawan yang berkunjung ke sana. Tak heran banyak orang asing yang betah berminggu-minggu tinggal di desa itu hanya untuk bersenang-senang menunggangi ombak di atas papan Surfing. Memang di desa Sawarna terdapat salah satu tempat Surfing terbaik di Indonesia.

Wisatawan Nusantara lebih banyak datang dari Jakarta dan sekitarnya serta dari Bandung. Dimaklumi karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh yaitu hanya sekitar 230 km saja. Didukung sarana jalan yang lumayan bagus, maka dipastikan dalam beberapa tahun lagi akan menjadi tepat wisata ideal masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Beberapa tempat menarik yang direkomendasikan adalah :

JEMBATAN GANTUNG SUNGAI SAWARNA : Sungai Sawarna yang membelah desa Sawarna banyak dihubungkan dengan jembatan gantung untuk menyebrang. Dengan lebar sungai kurang lebih 20 meter, menyeberang jembatan gantung adalah bagian yang sedikit menegangkan sekaligus menyenangkan. Jembatan gantung ini sering menjadi objek latar berfoto para wisatawan. Lebarnya kurang lebih 1,5 meter sehingga aman untuk menyebrang dari dua arah yang berlawanan. Bahkan kendaraan bermotor roda dua dapat melintas dengan leluasa.

PANTAI LEGON PARI : Sangat ideal untuk melihat Matahari terbit. Memiliki hamparan pasir putih yang digunakan sebagai pelabuhan Nelayan tradisional. Di pantai berpasir putih ini juga cocok untuk bersenang-senang sambil berenang. Sisa pantainya adalah formasi batu karang yang unik dan indah. batu karang yang melebar menjorok ke laut sehingga pada pagi dan siang hari pada saat air laut surut, meninggalkan genangan-genangan air laut. Banyak ikan-ikan kecil dan kerang terjebak di cekungan karang yang digenangi air laut yang jernih. Bila diperhatikan susunan batu karang tersusun dengan indah seperti dipahat dan ditata secara disengaja. Mungkin inilah yang dinamakan Legon asal kata dari Laguna. Karang-karang kadang menonjol seperti berbaris. Letaknya kurang lebih 1,5 kilo meter jalan kali dari jalan raya tempat mobil dapat diparkir.

TANJUNG LAYAR : Menyambung dari Legon Pari, ada dua batu karang yang menjulang tinggi yang menjorok ke laut. Batu karang menjadi salah satu ikon utama tujuan wisatawan yang berkunjung ke sana karena keunikan dan keindahannya. Karena bentuknya seperti layar yang mengembang, maka penduduk setempat menamakan Tanjung Layar.

PANTAI CIANTIR : Pantai berpasir putih ini cukup panjang sekitar dua kilometer dan terbagi menjadi dua yaitu pantai berombak besar dan pantai berombak kecil. Pantai yang berombak besar di sisi Timur menjadi tempat pavorit para peselancar dunia seperti dari Australia, Jepang, Amerika dan Benua Eropa. Di sisi Barat ombaknya cukup kecil dan berpasir putih lebih landai. Disinilah salah satu tempat pavorit wisatawan Nusantara bersenang-senang menikpati segarnya udara pantai sambil berenang aau berlain pasir.

BUKIT CARIANG : Penduduk setempat menamakan tanjakan Cariang. dari ketinggian bukit yang dilintasi jalan utama menuju Desa Sawarna ini dapat melihat hamparan pantai Ciantir sekaligus Tanjung Layar dari kejauhan. Panoramanya begitu mengagumkan saat hari cerah karena dapat memandang lepas sampai titik pandang horison. Terdapat kedai minuman dan memungkinkan parkir kendaraan.

HUTAN LINDUNG DAN PANTAI CIPAMADANGAN : Hutan lindungnya masih sangat asri ditumbuhi sebagian hutan Jati milik Perhutani dan sebagian lagi tumbuhan hutan tropis khas pantai. Masih terdapat pohon-pohon besar. Saat melintas ke pantai Cipamadangan yang jaraknya kurang lebih 300 meter ini terasa sangat teduh walaupun saat terik Matahari karena terjaganya hutan lindung ini. Hampir sepanjang pantai Cipamadangan adalah formasi karang yang sangat menarik bentuk dan susunannya. Terdapat juga satu bukit karang berada sekitar 20 meter menjorok ke laut yang dinamakan Karang Bokor. Luasnya kurang lebih 50 meter persegi dan tingginya sekitar 15 meter. Meskipun di atas karang landai, tak seorangpun dapat mencapai Karang Bokor karena selalu diterjang ombak yang besar diantara batu-batu karang. Tetapi sangat menatik menjadi objek foto.

PANTAI PULO MANUK : Mungkin karena di di lepas pantai ini ada bogkahan karang yang sering menjadi persinggahan burung, maka penduduk setempat menamakan pulau Manuk ( bahasa Sunda ) atau Burung. Sisi Baratnya ada muara sungai kecil dan menjadi tambatan nelayan setempat. Bila beruntung, dapat membeli ikan segar dari nelayan yang baru kembali melaut. Tentunya dengan harga yang relatif murah karena langsung dibeli dari tangan pertama. Di pantai inipun aman untuk berenang.

PANTAI KARANG TARAJE : Hampir semanjang pantai terdiri dari batu karang dengan formasi yang indah. Tidak cocok untuk berenang, tetapi karena pantainya relatif menghadap Barat, di sini sangat cocok melihat matahari tenggelam. Pada saat cerah, suasana dipantai ini begitu indah dihiasi langit kemerahan.

GOA LALAY : Goa atau gua di Sawarna relatif memiliki keunikan yaitu panjangnya ratusan meter dan dibawahnya mengalir sungai kecil. Sehingga, apabila kita tertarik menyusuri lorong gua yang gelap penuh Stalagtit ini harus rela hari berbasah-basah. Ketinggiian air kira-kira antara sebatas lutut hingga pinggang. Penduduk setempat menyediakan jasa penerangan dengan lampu petromak serta memandu di dalam gua.

SEPANJANG BAYAH - MALINGPING : Dari Bayah menuju Malingpig, sepanjang perjalanan sekitar 40 km disajikan panorama pantai tidak putus-putusnya. Bayah juga memiliki cerita sejarah kelam saat jaman penjajahan Jepang. Banyak penduduk dari berbagai daerah dari Jawa Tengah dijadikan pekerja Romusa untuk menambang Batu bara sebagai untuk kepentingan penjajahan. Pada saat itu pula dibangun rel kereta api untuk mengangkut Batu Bara menuju Serang. Sisa-sisa jalur Kereta Api masih dapat dilihat di beberapa tempat.

FOTOGRAFI : Tempat ini sangat menarik bagi para fotografer karena menawarkan lanspace yang keindahannya beragam.

CARA MENJANGKAU : Dari Jakarta dapat ditempuh dengan mobil maupun bus ukuran sedang. Jalur Timur melalui Toll Jagorawi - Ciawi - Cibadak Sukabumi - Pelabuhan Ratu, lalu ke arah Barat menuju Sawarna. Jalur Barat dapat ditempuh melalui Toll Merak keluar Serang Timur - Pandeglang - Gunung Kencana - Malingping - Bayah - Sawarna. Kedua rute jarak tempuh relatif hampir sama. Tetapi rute Barat relatif sepi dan tidak disarankan mengendarai dimalam hari karena masih jarang perumahan penduduk, pom bensin, tempat istirahat dan bantuan darurat bila diperlukan.

MENGINAP : Tidak terdapat hotel di Sawarna. Kebijakan pemerintah setempat memberikan kesempatan pada penduduk setempat membangun Homestay yang layak diterima wisatawan. Biasanya sewa homestay sekaligus termasuk makan. Dengan tarif yang relatif murah, penduduk setempatpun dapat menikmati hasil dari usaha kepariwisataan.

MAKAN : Belum ada Rumah Makan di Sawarna. Tetapi jangan Khawatir, setiap homestay selalu menyediakan makan kepada wisatawan. Menu nya selalu olahan rumah seperti sayur-mayur, ikan, tahu-tempe, lalap sambal dan buah-buahan setempat sesuai musimnya.

KERAMAH-TAMAHAN DAN KEAMANAN : Penduduk setempat sangat menyadari para wisatawan yang berkunjung ke desanya adalah tamu yang membawa berkah ke desanya, mulai dari pemilik homestay, tukang ojek, nelayan bahkan para petani di sana. Maka tidak heran apabila pemuda Sawarna yang pantai berselancar mau meminjamkan dan memperkenalkan bermain Surfing kepada tamunya. Pemuda disana umumnya memiliki papan Surfing diberi cuma-cuma dari tamu asing, atau membeli dengan harga sangat murah karena persahabatan selama berlibur disana. Tak seorangpun tukang ojek disana memberikan jasa ojek yang tidak wajar kepada tamu dari luar. Mereka umumnya akan mematok harga standard yang sama baik untuk penduduk setempat maupun pendatang. Namun mereka akan sangat senang apabila ada wisatawan yang memanpaatkan jasanya karena selain ikut memperkenalkan desanya, juga senang menjalin persahabatan dengan orang baru.

FOTO-FOTO : Silahkan klik account Facebook penulis

Danau Dangdang Ageung - Kampung Baduy

Danau Dangdang Ageung - foto by Joko Langen

Danau Dangdang Ageung - foto by Joko Langen


Kampung Baduy atau nama sebenarnya desa Kanekes di Banten, tidak saja terkenal dengan keasrian kampungnya. Selain keunikan adat masyarakat Kampung Baduy yang masih memegang teguh adat istiadat lama yaitu memegang tradisi leluhur menghindari kehidupan modern, di kampung Baduy juga menawarkan keindahan lain yaitu danau.

Di area wilayah adat seluas 5,200 hektar selain terdiri dari perbukitan Gunung Kendeng dan mengalirnya hulu sungai Ciujung disana juga terdapat danau Dangdang Ageung. Danau ini adalah asli bentukan alam. Luasnya kurang lebih sekitar 2,5 hektar ini digenangi air yang jernih bersumber dari mata air dari bukit asri yang mengelilinginya. Maka sangat disayangkan apabila berwisata ke kampung Baduy melewatkan kunjungan ke danau ini. Dalam perjalanan menuju danau, sepanjang perjalanan kurang lebih satu jam dari terminal Ciboleger akan disuguhi keindahan kampung Kadu Ketug yang merupakan kampung terdekat dengan perbatasan masyarakat biasa. Kemudian tak kalah menariknya adalah pemandangan bentangan lembah dari lereng-lereng perbukit.

Danau Dangdang Ageung masih sangat asri. Sangat berbeda dengan danau-danau lain diluar Kampung Baduy yang biasanya penuh sesak oleh kedai penjual makanan dan minuman yang kadang merusak pemandangan. Di sana sekeliling danau masih asri dengan tumbuhan-humbuhan alami yang menyejukan mata. Beberapa penduduk Kampung Baduy malah sering terlihat memancing ikan-ikan sebagai kegiatan mengisi waktu luang bila sedang tidak berladang.

SKB Tiga Menteri tak Berpihak pada Pariwisata Nasional

Entah apa alasanya, Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara secara tiba-tiba membuat SKB No. 120/MEN/V/2011 Jumat sore 13 Mei 2011. SKB cuti bersama 16 Mei 2011 mirip-mirip sebuah keputusan darurat dan menjadi sebuah kepentingan yang mendesak.Padahal di negeri ini tidak ada perang, bencana alam, musibah danhal mendesak lainnya. Mungkin di meja ketiga Menteri tersebut tidak ada kalender. Padahal jauh sebelum masuk tahun 2011 kita semua sudah mengetahui akan ada hari kerja terjepit diantara dua hari libur.
Read the rest of this entry »